Seorang teman memiliki alasan mengapa memilih dan menyukai suatu kata. Pun juga diriku. Memiliki alasanku sendiri mengapa aku memilih dan menyukai kata “semanggi”. Bukan karena bisa dipanjangkan menjadi “SEMANGat TInggi”. Bagiku, semanggi adalah lambang keseimbangan (biasanya aku menulis “clover, magically balance”). Lambang lainnya adalah timbangan (walau kadang bisa juga berat sebelah). Semanggi bagiku selalu seimbang, entah itu berdaun 3 atau 4 (yang katanya langka). Aku mengagumi keseimbangan, sesuatu yang sesuai porsinya, tempatnya, dan kadarnya. Karenanya, aku ingin bisa dan berusaha untuk seimbang, dalam berkawan, ilmu, ibadah, dan kehidupan sosial masyarakat. Pun khusus dalam kehidupan berkawan, aku juga ingin bisa dan selalu berusaha untuk seimbang antara kawan yang satu dengan yang lainnya. Walau aku akui kawan sejenisku lebih sering mendapatkan porsi yang lebih daripada lawan jenisku..
Yosh...Ayo kawan, Membiasakan hal baik sekarang. Ingin membentuk generasi seperti apa, dengan kebiasaan apa, maka biasakanlah diri kita hari ini untuk mewujudkan hal tersebut. Salam semanggi....^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar